Kisah Dua Sahabat Fresh Graduate: Jatuh Bangun Wirausaha hingga Kejar Mimpi Bersama

By: Berita | Posted on: August 31, 2020


Merdeka belajar tentu disertai dengan semangat belajar dalam hal apa pun, kondisi apa pun, di mana pun, kapan pun dan dari siapa pun. Khususnya para pemuda yang harus haus akan informasi dan pengalaman. Muda–mudi yang semangat belajar dan pantang menyerah patut diapresiasi. Perjalanannya pun harus dijadikan motivasi.
Seperti dua sahabat laki-laki bernama Febri Bagus Agung Pambudhi (18), lulusan SMK Teknik Sepeda Motor dan Muhammad Rizky Haryo Kusuma, (19) jebolan SMK Mekanik Industri. Selama satu bulan setelah kelulusan, kedua pemuda asal kota Malang ini menjadi pengangguran. Kegiatan yang mereka lakukan hanya nongkrong di kafe. Sampai–sampai, uang yang digunakan sangat banyak (boros) tanpa ada pemasukan. Hingga terlintas di benak Rizky untuk bersama-sama melakukan hal baru, yaitu marketing dan bisnis. Meskipun jurusan dan bakatnya bukan di bidang ini, keduanya ingin mencoba dan selalu mencari berbagai informasi dibidang tersebut. Keinginannya dapat direalisasikan dengan menjadi reseller sebuah produk makaroni (17/6/2020). Mereka hanya mengambil sedikit keuntungan tetapi bisa mendapatkan laba yang cukup banyak. “Dengan berjualan, kami mendapatkan banyak hal baru seperti bagaimana susahnya berjualan, bagaimana cara memanajemen uang di dalam perusahaan dan juga bagaimana cara agar kami tetap bisa mewariskan produk” ujar Rizky.
Pengalamannya kemudian diceritakan kepada teman lainnya untuk saling memberikan motivasi. Tak heran ada beberapa temannya yang ingin bergabung menjadi reseller juga, sehingga membuat bisnisnya semakin berkembang sedikit demi sedikit. Maka dari itu, mereka saling bekerja sama.
Menganggur lagi. Marketing dan bisnis ini hanya berjalan selama 1 bulan karena pabrik tutup cukup lama dari 2 minggu sebelum hari raya, kurang lebih 1 bulan. Terlalu lama menunggu produk ready lagi, membuat banyak konsumen mulai bosan sehingga hari demi hari tidak ada yang menoleh bahkan dengan dilakukannya beberapa upaya seperti discount. Mulai merasa malas dan kurang maksimal dalam penjualan, mereka memutuskan untuk mendaftar ke univertas demi menambah ilmu yang lebih banyak lagi, namun tidak diterima. Kemudian mencoba lagi hingga mendaftar di universitas yang berbeda. Usaha agar bisa berkuliah mereka jalankan selama beberapa bulan sampai pendaftaran ditutup.
Tidak berhasil mengikuti seleksi masuk universitas, Rizky berencana mendaftarkan diri ke instansi negara yaitu tentara angkatan laut (AL) untuk tahun depan. Kini ia berupaya untuk menyiapkan diri seperti menjadikan tubuhnya agar ideal. Mulai dari lari maraton dan berenang ia jadwal untuk tiap harinya. Terkadang ia ditemani oleh Febri saat berlatih ataupun melakukannya seorang diri. “Akhirnya saya putuskan bahwa akan mendaftar ke instansi negara berupa daftar tentara angkatan Laut, pada tahun depan akan saya lakukan. Pada saat sebelum mendaftar ini saya akan mempersiapkan diri saya agar saya bisa diterima,” jelas Rizky.
Sedangkan Febri mendapatkan tawaran untuk bermain di dalam sebuah short movie. Ini merupakan kesempatan pertama kali baginya untuk menjadi seorang aktor selain bermain drama saat mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Bahkan ia ditunjuk sebagai tokoh utama dicerita tersebut. Pada kesempatan ini, ia mencoba untuk mempelajari dan menambah pengetahuan seputar broad casting, edit video dan produksi film. Juga banyak pengalaman baru semenjak bergabung dengan short movie ini. “Saat bergabung, kami bertemu dengan teman-teman baru, juga banyak ilmu baru diantaranya wawasan dunia broad casting dan pengalaman baru tentunya” ucap Febri. Selain itu Febri juga tetap berusaha mencari pekerjaan dengan mengirim CV di berbagai perusahaan dan beberapa tempat yang lainnya. Kini ia menunggu panggilan dengan aktivitas yang lainnya.
Disamping kesibukan – kesibukan yang Febri dan Rizky lakukan, mereka berencana untuk membuat angkringan modern. Angkringan dengan menu dan konsep yang berbeda. Keduanya ingin menciptakan suasana baru tidak seperti dari cafe-cafe pada umumnya, yaitu dengan melestarikan budaya duduk lesehan namun tetap modern. “Budaya itu harus dilestarikan dan diterapkan, di jaman yang modern ini kita tetap harus melestarikan budaya. Angkringan ini kita buat karena terinspirasi dengan budaya Yogya namun tetap dengan konsep modern. Kita akan menciptakan suasana yang baru agar berbeda dengan yang lainnya,” kata Febri.
Kini kedua sahabat itu sedang melanjutkan belajar marketing dan bisnis selagi masih merncanakan pembuatan angkringan, yaitu dengan membuat dessert box. Walaupun masih awal, sudah banyak yang memesan bahkan sudah ada yang memborong produk mereka. Kemampuan bisnis dan marketingnya sudah berkembang seiring berjalannya waktu. Kali ini juga banyak yang bergabung untuk menjadi reseller-nya.
Memang belajar itu tidak harus saat bersekolah, dengan memanfaatkan yang ada di sekitar dan hal–hal yang mampu dilakukan semua bisa berkembang. Semua harus dimanfaatkan dengan benar juga dengan sungguh–sungguh. Dengan begitu kesulitan apapun yang dihadapi akan bisa dilewati. Begitu juga dengan kesempatan, pasti akan selalu datang jika mau mencoba.
“Menurut saya, sesulit apapun hambatan di dalam pendidikan seperti masa pandemi seperti ini, kita tidak boleh menyerah. Kita harus tetap mencari peluang lain yang sekiranya cocok dengan hari nurani kita. Sebagai anak muda kita tidak boleh mati gaya. Kita harus tetap mencari sebuah solusi agar kota dapat mensejahterakan kehidupan kita kelak dan kita harus tetap bersyukur dalam segala keadaan apapun, karena di balik itu semua tidak bisa mengerti bagaimana arti hidup sesungguhnya dan kebahagiaan tidak melulu tentang materi. Kita bisa temukan kebahagiaan lain seperti berkumpul dengan teman juga berkumpul dengan keluarga. Jadi sesulit apapun jangan salahkan keadaan tapi coba rubah mindset kamu menyesuaikan dengan keadaan tersebut tetap semangat demi mencapai masa muda yang cemerlang” jelas Rizky.
Memang mempelajari hal baru dan mamanfaatkan peluang selain untuk tabungan masa depan juga dapat menghilangkan kejenuhan. Selain itu juga membantu menyukseskan melawan Covid–19. Sesusah apa pun itu, setidaknya mempelajari hal baru semasa pandemi dapat mengisi waktu dengan positif serta menambah skill baru. Benar kata Rizky bahwa mindset harus diubah sebaik mungkin agar dapat berkembang, dengan perkembangan pastinya akan merasa perubahan yang sangat besar, sehingga hasil yang didapat pun akan terasa membanggakan. Semua hal harus dicoba, tidak hanya di angan-angan. Jadikan impian menjadi nyata dengan mindset ingin maju serta tekad yang kuat.

Penulis: Chairain Lala Octaviana, siswi kelas XI RPL C SMK Negeri 8 Malang