Cerita Guru Beken Produktif di Tengah Pandemi: Selesaikan S-2 hingga Terbitkan Karya

By: Berita | Posted on: August 31, 2020


Pandemi Covid-19 membuat banyak orang harus berdiam diri di rumah. Kondisi yang seperti ini membuat banyak orang berpikir bahwa berkreasi dari rumah akan sulit. Namun, pikiran itu sama sekali tidak terlintas di benak wanita tangguh satu ini. Orang ini malah berhasil menyelesaikan studi S-2nya sekaligus menerbitkan tulisannya di beberapa buku. Beliau adalah Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat SMK Negeri 8 Malang, Mamik Rahayu, M.Pd. Guru yang telah 15 tahun mengabdi di bumi Asta Arkananta ini, di tengah kesibukannya sebagai wakasek dan guru, beliau tidak lupa untuk selalu berkarya. Kata “berkarya” seakan terus melekat di hatinya. Ibu Mamik, sapaan akrabnya, memiliki tujuan mulia dalam setiap karyanya, yaitu menumbuhkan semangat dalam diri siswa-siswinya. Terlebih di tengah pandemi, Ibu Mamik berkata agar anak-anak didiknya tetap harus berkreativitas dengan segala kemampuan yang ada. "Sesuai teori, bahwa belajar bisa dilakukan sepanjang hayat," ujar guru yang mengajar PPKn ini, membuka pembicaraan.
Bagaimana beliau membagi waktu antara menjadi seorang guru, mahasiswa magister dan penulis buku? Memang, ujar Ibu Mamik, bukan hal yang mudah. Manajemen waktu ialah yang paling utama. “Yang membuat saya selalu percaya diri berkarya dalam pandemi seperti ini, satu jawabnya selalu berfikir positif bahwa semua wabah ini datangnya dari Allah,” kata beliau. Terlebih, selain guru PPKn, beliau adalah pembina salah satu ekstrakulikuler di SMK Negeri 8 Malang yaitu jurnalistik. "Menjadi seorang pembina jurnalistik menurut saya sangat menyenangkan dengan adanya anak didik saya yang hampir semuanya semangat berkreativitas," kata Ibu Mamik.
Di kala senggang waktu, beliau juga ibu rumah tangga namun kreativitasnya tidak menganggu sebagai tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Guru jebolan S-2 Pendidikan Pancasila dan Kewarnegaraan Universitas Negeri Malang (UM) ini memiliki prinsip yang dipegangnya sedari kecil. "Dalam arti kata memanfaatkan waktu sebaik mungkin, setiap menit bahkan detik ialah berkualitas," terang wanita berhijab ini.
Penulisan ilmiah pun tidak beliau tinggalkan, sebagai mahasiswa magister di UM. Tercatat berbagai judul artikel ilmiah yang telah beliau tulis. Selain itu, beberapa karya tulis beliau juga telah terbukukan, antara lain berjudul Merajut Aksara Murid Tercinta serta Selaksa rasa KBM Online yang beberapa waktu lalu baru diluncurkan.
Tentunya, dalam menjani berbagai aktivitas tersebut, Ibu Mamik memiliki sosok yang menjadi inspirasi. Beliau adalah Drs. Mistaram, M.Pd., salah satu dosen pembimbingnya saat beliau aktif sebagai wartawan kampus di Majalah Komunikasi UM.
Berkreativitas dari rumah salah satunya ialah membuat kita tidak cepat bosan. Menurut Ibu Mamik, manfaat jadi orang yang produktif ialah agar kita selalu bersyukur dan menyeimbangkan otak kanan dan kiri. Cepat namun tetap terkendali, semua pekerjaan bisa terselesaikan dengan berkualitas. Beliau ini adalah salah satu wanita yang sangat percaya diri dan mampu eksis di manapun. Guru yang lahir di Mojokerto, 11 April 1982 ini membuat buku dengan isinya yang tidak lebih menceritakan siswa yang dalam lingkupnya selalu motivasi siswa lainnya. "Berkarya di tengah pandemi adalah salah satu cara untuk meningkatkan imunitas tubuh karena kita tidak diam saja," kata beliau yakin.
Di samping segudang kesibukannya, Ibu Mamik ternyata juga masih mengemban amanah sebagai Sekretaris MGMP PPKn SMK Kota Malang, lho. Di usianya yang sudah menginjak angka 38, beliau berpesan bahwa usia bukan halangan untuk berkarya. Tentunya, dengan mengemban berbagai amanah pasti Ibu Mamik menjadi sibuk. Namun, beliau berhasil mengambil hati para siswanya, terbukti Ibu Mamik menjadi salah satu guru favorit karena beliau bisa menginspirasi anak didiknya. “Berkaryalah sampai akhir hayat,” ujar beliau singkat mengakhiri pembicaraan.

Penulis: Arindiva Yulia Safitri, siswi kelas XI TKJ A SMK Negeri 8 Malang